Sabtu, 08 September 2012

USIA KAWIN PERTAMA

A.    Pengertian Usia Kawin Pertama- USIA KAWIN PERTAMA
BPS mendefinisikan umur perkawinan pertama sebagai umur pada saat wanita melakukan perkawinan secara hukum dan biologis yang pertama kali.
Usia kawin pertama yang dilakukan oleh setiap wanita memiliki resiko terhadap persalinannya. Semakin muda usia kawin pertama seorang wanita, semakin besar resiko yang dihadapi bagi keselamatan ibu maupun anak. Hal ini terjadi dikarenakan belum matangnya rahim wanita usia muda untuk memproduksi anak atau belum siapnya mental dalam berumah tangga. Demikian pula sebaliknya, semakin tua usia kawin pertama seorang wanita, semakin tinggi pula resiko yang dihadapi dalam masa kehamilan atau melahirkan. Hal ini terjadi karena semakin lemahnya kondisi fisik seorang wanita menjelang usia senja.

Menurut Badan Kependudukan Keluarga Berenacana Nasional (BKKBN) usia pernikahan pertama bagi remaja saat ini idealnya 21 hingga 25 tahun. Pendewasaan usia perkawinan bagi remaja itu sudah dicetuskan pada Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) 1994 di Kairo, Mesir.
Pada usia itu, remaja sudah tumbuh pengetahuan dan kesadaran dalam pengelolaan kesehatan reproduksi. Hal itu berpengaruh terhadap kesehatan pasangan maupun generasi atau anak dari pasangan muda itu, jadi dimasa mendatang usia remaja menikah pertama pada usia dewasa. Dengan tumbuhnya usia nikah semakin dewasa dapat menunjang keberhasilan program KB melalui menurunya angka anak dilahirkan tiap ibu atau total fertility rate (TFR).
Penundaan masa perkawinan dan kehamilan memiliki alasan yang objektif. Jika usia perkawinan wanita pada usia di bawah 20 tahun, dengan kondisi rahim dan panggul yang belum optimal, maka terjadi kemungkinan resiko medik, dengan keguguran serta kemungkinan kesulitan dalam persalinan.
B.     Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usia Kawin Pertama
Terdapat hal–hal penting dalam usia kawin pertama, meliputi:
·         Mempengaruhi fertilitas.
Semakin muda usia kawin pertama yang dilakukan seseorang, maka akan semakin lama pula masa reproduksinya. Hal ini akan berpengaruh positif pada tingkat fertilitas.
·         Mempengaruhi tingkat pertumbuhan penduduk.
Dikarenakan semakin lamanya masa reproduksi wanita, maka kemungkinan wanita tersebut melahirkan banyak anak akan semakin besar. Hal ini akan menyebabkan meningkatnya tingkat pertumbuhan penduduk suatu daerah. 
·         Mempengaruhi jarak antar generasi
Semakin muda usia kawin, maka semakin pendek jarak usia ibu dan anak. Hal ini berpengaruh pada psikologi ibu dan anak.
Untuk menentukan kapan waktu yang tepat dalam usia kawin pertama tentu banyak pertimbangan-pertimbangan yang sangat berpengaruh. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh dalam usia kawin pertama adalah:
·         Interpretasi ajaran agama
Di dalam ajaran agama, jika seseorang sudah baligh (dewasa) maka ia dapat menikah, dikarenakan untuk mencegah perbuatan zina.
·         Tingkat pendidikan
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka ia akan berpikir lebih jauh lagi untuk memilih menikah atau melanjutkan pendidikan. Sedangkan jika seseorang berpendidikan rendah maka ia akan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga saja.
·         Keadaan sosial budaya
Ada suatu adat istiadat yang menikahkan anak perempuannya di usia yang sangat muda. Contohnya, anak perempuan keturunan Bugis yang orangtuanya masih berpikiran tradisional.
·         Terbukanya kesempatan kerja bagi wanita
Jika kesempatan kerja di suatu wilayah itu besar, maka wanita akan memilih untuk menunda pernikahan demi mengejar karier.
·         Ekonomi
Jika seseorang itu memiliki tingkat ekonomi yang rendah, maka ia akan menikahkan anak perempuannya di usia yang muda untuk mengurangi beban keluarga.
·         Pasangan yang sesuai
Orang yang ingin memiliki pasangan yang ideal, pasti ia akan lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lama untuk mencari jodohnya dibandingkan dengan orang yang dijodohkan.
C.    Usia Kawin Pertama Di Indonesia
Menurut UU Perkawinan 1 Tahun 1974 pada pasal 7 ayat (1), syarat menikah untuk laki-laki minimal sudah berusia 19 tahun, dan untuk perempuan harus sudah berusia minimal 16 tahun. Jika menikah dibawah usia 21 tahun harus disertai dengan ijin kedua atau salah satu orangtua atau yang ditunjuk sebagai wali (pasal 6 ayat 2).
Menurut hasil SUPAS tahun 1995 terdapat 21,5 persen wanita di Indonesia yang perkawinan pertamanya dilakukan ketika mereka berumur kurang dari 17 tahun. Di daerah pedesaan dan perkotaan wanita yang melakukan perkawinan dibawah umur tercatat sebesar 24,4 persen dan 16,1 persen. Persentase wanita kawin usia muda cukup bervariasi antar Propinsi. Persentase wanita kawin usia muda, persentase terendah terdapat pada Propinsi NTT (4,35%), Bali (4,54%). Sedangkan persentase terbesar terdapat pada Propinsi Jawa Timur (40,39%), Jawa Barat (39,6%) dan Kalimantan Selatan (37,5%).
Median usia kawin pertama di Indonesia menurut hasil SP 2010 adalah 18,6 tahun. Median usia kawin pertama di pedesaan lebih rendah yaitu 17,9 tahun, sedangkan di daerah perkotaan adalah 20,4 tahun. Tingginya angka kelahiran ini juga disebabkan karena sebagian kelompok masyarakat dan keluarga belum menerima dan menghayati norma keluarga kecil sebagai landasan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Laporan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) data tersebut mengungkap sampai dengan pada Juni 2011 laporan usia kawin pertama penduduk wanita seluruh Jawa Timur usia di bawah 20 tahun mencapai 34.016 orang atau sebesar 19,97 persen dari jumlah laporan seluruh usia kawin pertama penduduk wanita di Jawa Timur sebesar 171.862 orang.
Lebih dari itu, tampaknya data yang dilansir Badan Pemberdayaan Perempuan Jawa Timur pada tahun 2010 cukup mencengangkan. Di beberapa kabupaten di Jawa Timur terungkap angka pernikahan pertama penduduk perempuan bawah umur 17 tahun memperlihatkan di atas 50 persen dari total pernikahan di daerahnya. Seperti Kabupaten Jember mencapai 56 persen, Bondowoso 73, 9 persen, Probolinggo 71,5 persen, Lamongan 52, 5 persen, Sampang 63,8 persen, Pamekasan 59,2 persen, dan Kabupaten Sumenep 60 persen.
D.    Usia Kawin Pertama Di Negara Maju dan Berkembang
Fenomena kawin pertama usia muda di negara berkembang masih banyak dijumpai di negara di Timur Tengah dan Asia Selatan. Di Asia Selatan terdapat 9,7 juta anak perempuan 48% nya menikah sebelum usia 18 tahun, Afrika sebesar 42%,dan Amerika Selatan sebesar 29%. Di Bangladesh terhadap 3382 remaja putri terdapat 25,9% menikah di usia muda.
Sedangkan di negara maju seperti Amerika Serikat dini hanya 2,5% pada kelompok usia 15-19 tahun. Di negara maju usia kawin pertama cenderung di atas usia median jarang yang melakukan perkawinan dini.

USIA KAWIN PERTAMA sekian

Fungsi Seni Bagi Kehidupan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Masalah
Disela-sela pemenuhan kebutuhan hidupnya manusia senantiasa mencari peluang untuk menyalurkan ekspresi seninya. Seni merupakan kebutuhan hidup yang penting. Dalam sejarah umat manusia, seni selalu menjadi bagian dari kehidupan. Manusia prasejarah mengekspresikan rasa seninya pada dinding-dinding gua lewat lukisan-lukisan. Seperti yang terdapat di Gua Leang-Leang Maros Sulawesi Selatan, Kepulauan Maluku dan Papua. Seni juga tertuang dalam berbagai benda pakai yang digunakan manusia. Seperti keramik Cina, tenun sutra India, kapak jaman batu, nekara jaman logam, sampai kepada mobil, pesawat telepon dan komputer di masa kini.
Lihat juga berbagai alat musik yang terdapat di seluruh penjuru dunia beserta lagu-lagu dan irama yang diciptakannya. Ketipung, sitar, gondang, angklung, tifa, biola, harpa, saxophone, tamburin dan marakas adalah sebagian kecil dari alat-alat musik di dunia. Belum lagi berbagai jenis tarian berikut perlengkapannya. Seperti Legong di Bali, Seudati di Aceh, Bambu Gila di Sulawesi Utara, sampai dengan Flamenco di Spanyol, Tango di Argentina dan balet di seluruh daratan Eropa. Sedangkan wayang orang di Jawa, kabuki di Jepang, sampai teater kontemporer adalah contoh seni drama. Di belahan bumi mana pun seni tak dapat terpisahkan dari kehidupan
manusia.Dari sinilah kami ingin tau lebih banyak tentang fungsi seni.

1.2 Rumusan Masalah
     Dalam penyusunan makalah yang berjudul ”Fungsi Seni”, kami dapat merumuskan masalahnya sebagai berikut :
1.)   Apa fungsi seni?

1.3 Tujuan
       Adapun tujuan kami dalam menyusun makalah ini adalah :
1.)   Untuk mengetahui fungsi seni.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Fungsi Seni
     Menurut antropologi,kesenian adalah salah satu unsur budaya manusia. Kita dapat merasakan dalam pengalamaan hidup seari-hari, betapa kita berbagai bentuk.
     Berdasarkan fungsinya sebagai pemenuh kebetuhan, seni dipila menjadi beberapa kolompok.

Fungsi individual
Manusia terdiri dari unsur fisik dan unsur psikis. salah satu unsur psikis adalah emosi. Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi pemenuhan kebutuhan secara fisik dan psikis/emosional.
*    Fisik
Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik. Seperti, busana, prabot, rumah. Dan sebagainya. Contoh yang seni murni adalah musik senam
*      Emosional
Dipenuhi melalui seni murni, baik dari segi si pembuat/penggubah, maupun konsumen penikmat. Contohnya, lukisan, novel, musik, tari, film, dan sebagainya.

Fungsi sosial
    Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaatbagi kepentingan orang banyak dalam waktu relatif bersamaan. Fungsi ini dikelompokan menjadi beberapa bidang.

*    Rekreasi/ hiburan
Seni dapat dijadikan sebagai sarana melepas kejenuhan atau kesedihan. Hal itu dapat terjadi misalkan pada saat kita menyaksikan, musik, tarian, film, dan lawak.

*    Komunikasi
Seni dapat digunakan untuk mengkomunikasikan sesuatu, seperti pesan, kritik, kebijakan, gagasan , dan produk kepada orang banyak. Contoh : lagu balada, poster, drama komedi, dan reklame. Tema yang sering dibuat antara lain :
1.      Ketidakdisiplinan anggota masyarakat terhadap lingkungan.
2.     Himbauan melaksanakan Program Pemerintah
3.      Anjuran kesehatan/kesejahteraan.
4.      Ketidakadilan suatu kebijakan

*    Pendidikan
Pendidikan juga memanfaatkan seni sebagai sarana penunjangnya.  Contoh : Gambar ilustrasi buku pelajaran, film ilmiah atau dokumenter, poster ilmiah, lagu anak-anak, dan foto.

*    Religi/Keagamaan
Karya seni dapat diijadikan ciri atau pesan keagamaan. Contoh: kaligrafi, busana muslim/muslimah, arsitektur atau dekorasi rumah ibadah, lagu-lagu rohani.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
    Kami dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1.       Berdasarkan fungsinya sebagai pemenuh kebutuhan, seni dibagi menjadi dua kelompok, yaitu fungsi individual dan fungsi sosial.
2.     Fungsi individual dibagi menjadi fungsi pemenuhan kebutuhan seni secara fisik dan psikis/ emsional.
3.     Fungsi sosial dikelompokan  menjadi beberapa bidang, yaitu rekreasi/ hiburan, komunikasi, pendidikan, dan religi/ keagamaan.

3.2 Saran
  1. Perlu dikaji ulang funsi seni rupa, seni musik, seni drama, dan seni tari lebih lanjut.

3.3 Penutup
         Dengan mengucapkan rasa syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalahh ini.
         Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, sehingga makalah ini dapat tersusun dengan baik sampai batas pengumpulan.
         Dengan demikian, selesailah sudah penyusunan makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan khususnya bagi kami.


DAFTAR PUSTAKA

Nursantara, Yayat. 2004. Kesenian SMA. Jakarta: Gelora Aksara Pratama.

sumber:nurulsolikha.blogspot.com/2011/03/fungsi-seni.html

Sabtu, 01 September 2012

Contoh-contoh Explanation Text

Explanation Text  - Berikut ini adalah beberapa contoh Explanation Text , silahkan disimak!
Contoh-contoh Explanation Text

How Chocolate is Made

Have we wondered how we get chocolate from? Well this time we will enter the amazing world of chocolate so we can understand exactly we are eating.

Chocolate starts a tree called cacao tree. This tree grows in equatorial regions, especially in place such as South America, Africa, and Indonesia. The cacao tree produces a fruit about the size of a small pine apple. In side the fruits are the tree's seeds. They are also known as coco beans.


Next, the beans are fermented for about a week, dried in the sun. After that they are shipped to the chocolate maker. The chocolate maker starts by roasting the beans to bring out the flavour. Different beans from different places have different qualities and flavour. So they are often shorted and blended to produce a distinctive mix.

The next process is winnowing. The roasted beans are winnowed to remove the meat nib of the cacao bean from its shell. Then the nibs are blended. The blended nibs are ground to make it a liquid. The liquid is called chocolate liquor. It tastes bitter.

All seeds contain some amount of fat and cacao beans are not different. However, cacao beans are half fat, which is why the ground nibs from liquid. It is pure bitter chocolate.
Tsunami

The term of “tsunami” comes from the Japanese which means harbour ("tsu") and wave ("nami"). A tsunami is a series of waves generated when water in a lake or a sea is rapidly displaced on a massive scale.

A tsunami can be generated when the sea floor abruptly deforms and vertically displaces the overlying water. Such large vertical movements of the earth's crust can occur at plate boundaries.

Subduction of earthquakes are particularly effective in generating tsunami, and occur where denser oceanic plates slip under continental plates.

As the displaced water mass moves under the influence of gravity to regain its equilibrium, it radiates across the ocean like ripples on a pond.

Tsunami always bring great damage. Most of the damage is caused by the huge mass of water behind the initial wave front, as the height of the sea keeps rising fast and floods powerfully into the coastal area.
How Earthquakes Happen

Earthquake is one of the most destroying natural disasters. Unluckily it often happens in several regions. Recently a horrible earthquake has shaken West Sumatra. It has brought great damages. Why did it occur? Do you know how an earthquake happens?

Earthquakes are usually caused when rock underground suddenly breaks along a fault. This sudden release of energy causes the seismic waves. It make the ground shake. When two blocks of rock or two plates are rubbing against each other, they stick a little. They don't just slide smoothly. The rocks are still pushing against each other, but not moving. After a while, the rocks break because of all the pressure that's built up. When the rocks break, the earthquake occurs.

During the earthquake and afterward, the plates or blocks of rock start moving, and they continue to move until they get stuck again. The spot underground where the rock breaks is called the focus of the earthquake. The place right above the focus is called the epicenter of the earthquake.

sekian tentang Contoh-contoh Explanation Text  semoga bermanfaat.

MENGKAJI PENGARUH ZAT TERLARUT PADA TITIK BEKU

PENGARUH ZAT TERLARUT PADA TITIK BEKU - PENGARUH ZAT TERLARUT PADA TITIK BEKU
I Tujuan Percobaan :
  • Mengamati penurunan titik beku suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut
  • Menentukan titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit
  • Menyimpulkan pengaruh zat terlarut terhadap penurunan titik beku
  • Menghitung penurunan titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit
II Alat :
Þ Gelas plastik
Þ Sendok
Þ Tabung reaksi
Þ Spatula
Þ Thermometer
III Bahan :
Þ Butiran kecil es
Þ Garam dapur
Þ Air suling
Þ Larutan urea (CO(NH2)2 ­1m
Þ Larutan urea (CO(NH2)2 ­ 2 m
Þ NaCl 1 m
Þ NaCl 2 m
IV Langkah Kerja :
  1. Masukkan butiran kecil es ke dalam gelas plastik sampai kira – kira ¾ bagian. Tambahkan 8 sendok garam dapur, lalu aduk. Inilah campuran pendingin
  2. Isi tabung reaksi dengan air suling kira – kira setinggi 4 cm. Masukkan tabung itu ke dalam campuran pendingin. Masukkan pengaduk ke dalam tabung reaksi dan gerakkan turun – naik dalam air suling hingga seluruhnya membeku
  3. Keluarkan tabung reaksi dari campuran pendingin dan biarkan es dalam tabung reaksi mencair sebagian. Ganti pengaduk dengan thermometer secara turun – naik. Kemudian bacalah thermometer dan catat suhu cairan es dalam tabung reaksi.
  4. Ulangi langkah 2 dan 3, untuk mengukur suhu larutan urea (CO(NH2)2 ­1m, (CO(NH2)2 ­2 m, NaCl 1 m, dan NaCl 2 m. (Jika es dalam campuran pendingin sudah banyak yang mencair, buatlah lagi campuran pendingin dengan cara di atas)
V Hasil Pengamatan dan Pembahasan
1 Titik beku air
Air suling memiliki titik beku 00C
2 Titik beku larutan
No
Zat Terlarut
Kemolalan
Titik Beku ­­0­C
1
(CO(NH2)2 ­
1 m
-2
2
(CO(NH2)2
2 m
-4
3
NaCl
1 m
-3
4
NaCl
2 m
-7
Percobaan tersebut telah dilakukan pada hari Selasa, 7 Agustus 2007 dengan 3 x percobaan. Hasil percobaan tersebut mendekati perhitungan secara teoritis.
Dari data di atas dapat diketahui bahwa air memiliki titik beku terbesar dari semua larutan. Ini diakibatkan karena sebagian partikel air dan sebagian partikel – partikel terlarut membentuk ikatan baru. Sehingga ketika membeku yang memiliki titik beku paling tinggi yaitu air akan membeku terlebih dahulu kemudian diikuti oleh molekul larutan. Penambahan zat terlarut dalam pelarut akan mengakibatkan peningkatan konsentrasi yang mengakibatkan semakin rendah titik bekunya
Pada molal yang sama, titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit berbeda karena zat elektrolit sebagian atau seluruhnya terurai menjadi ion. Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif lebih besar daripada sifat koligatif non elektrolit.
Menurut teori (perhitungan), data yang dihasilkan seharusnya :
No
Zat Terlarut
Kemolalan
ΔTf ­­0­C
Tf larutan ­­0­C
1
(CO(NH2)2 ­
1 m
1,86
-1,86
2
(CO(NH2)2
2 m
3,72
-3,72
3
NaCl
1 m
3,72
-3,72
4
NaCl
2 m
7,44
-7,44
- Pada percobaan 1 dan 3 molalitas kedua larutan sama, yakni 1 molal tetapi ΔTf NaCl =2x ΔTf urea, hal ini disebabkan karena NaCl terurai menjadi 2 ion (2 partikel)
ΔTf urea =m x Kf
=1m x 1,860 C/m
=1,860C
Tf urea =Tf pelarut- ΔTf urea
=0-1,860C=-1,860C
ΔTf NaCl =mxKfxi ;i=2 (Na+ dan Cl-) ; a=1 (larutan elektrolit)
=1m x 1,86 0 C/m x {1+(2-1)1}
=3,72 0C
Tf NaCl =Tf pelarut- ΔTf NaCl
=0-3,720C=-3,720C
- Pada percobaan 2 dan 4 molalitas kedua larutan sama,yakni 2 molal tetapi ΔTf NaCl =2x ΔTf urea, hal ini disebabkan karena NaCl terurai menjadi 2 ion (2 partikel : Na+ dan Cl-)
Pembahasan :
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, karena larutan elektron itu terurai jadi partikel – partikel yang berupa ion. Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena larutan non elektron itu tidak terurai jadi partikel – partikel yang berupa ion
NaCl termasuk elektrolit, sementara urea non elektrolit, jadi urea tidak terionisasi sehingga tetap sebagai molekul itulah sebabnya NaCl 2 x lebih besar dari ΔTf urea pada konsentrasi yang sama. Harga i dari elektron tipe ion selalu lebih kecil daripada harga teoritis. Hal itu disebabkan oleh tarikan listrik antarion yang berbeda muatan sehingga ion-ion tidak 100% bebas. Semakin kecil konsentrasi larutan, jarak antarion semakin besar dan ion – ion semakin bebas
Larutan elektrolit(NaCl) mempunyai i=2 sehingga ΔTf = mx Kf x i sedangkan larutan non elektrolit (urea) tidak memiliki i sehingga ΔTf = mx Kf . Jadi penurunan titik beku NaCl lebih besar daripada urea
Penurunan titik beku larutan berbanding lurus dengan jumlah partikel zat dalam larutan. Makin besar jumlah partikel zat, maskin besar penurunan titik beku larutan. Olehkarena jumlah partikel NaCl 1m lebih besar dari jumlah partikel urea 1m, maka penurunan titik beku NaCl 1m lebih besar daripada penurunan titik beku larutan urea 1m
Pertanyaan
1 Bagaimana titik beku larutan dibandingkan dengan titik beku pelarut murni?
2 Bagaimana pengaruh kemolalan larutan urea terhadap:
a) titik beku larutan?
b) Penurunan titik beku larutan?
3 Bagaimana pengaruh kemolalan larutan NaCl terhadap :
a) titik beku larutan?
b) Penurunan titik beku larutan?
4 Pada kemolalan yang sama, bagaimana pengaruh larutan natrium klorida (elektrolit) dibandingkan dengan pengaruh larutan urea (non elektrolit) terhadap :
a) titik beku larutan?
b) Penurunan titik beku larutan?
Jawab :
1 Membeku merupakan perubahan dari fase cair ke padat. Titik beku adalah suhu dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatannya. Titik beku larutan lebih rendah daripada titik beku pelarut murni. Hal ini disebabkan zat pelarutnya harus membeku terlebih dahulu, baru zat terlarutnya. Jadi larutan akan membeku lebih lama daripada pelarut. Setiap larutan memiliki titik beku yang berbeda.
2 Pengaruh kemolalan urea terhadap :
a) Titik beku larutan
Semakin tinggi kemolalan urea, semakin rendah titik bekunya
b) Penurunan titik beku larutan
Semakin tinggi kemolalan maka semakin besar perbedaan penurunan titik beku karena kemolalan sebanding dengan penurunan titik beku
3 Pengaruh kemolalan NaCl terhadap :
a) Titik beku larutan
Semakin tinggi kemolalan NaCl, semakin rendah titik bekunya karena larutan NaCl merupakan larutan elektrolit sehingga terurai atas ion - ion
b) Penurunan titik beku larutan
Semakin tinggi kemolalan NaCl, semakin besar penurunan titik beku karena selain dipengaruhi kemolalan, penurunan titik beku juga dipengaruhi oleh jenis larutannya yakni apakah elektrolit atau non elektrolit.
4 Pengaruh larutan NaCl dibandingkan dengan pengaruh larutan urea terhadap :
a) Titik beku larutan
Pada kemolalan yang sama, titik beku larutan elektrolit (NaCl) lebih rendah daripada larutan non elektrolit (urea)
b) Penurunan titik beku larutan
Pada kemolalan yang sama, penurunan titik beku larutan elektrolit (NaCl) lebih besar daripada larutan non elektrolit
Hal yang menyebabkan perbedaan adalah jenis larutannya (elektrolit atau non elektrolit)
- Pada larutan elektrolit, yaitu larutan NaCl mempunyai titik beku larutan lebih rendah daripada larutan non elektrolit( urea) karena pada NaCl dapat dionisasikan (terdiri atas 2 ion) sedangkan non elektrolit tidak dapat dionisasikan
- Begitu pula halnya dengan penurunan titik beku.. Larutan elektrolit(NaCl) mempunyai i=2 sehingga ΔTf = mx Kf x i sedangkan larutan non elektrolit (urea) tidak memiliki i sehingga ΔTf = mx Kf . Jadi penurunan titik beku NaCl lebih besar daripada urea
Rumus ΔTf= mx Kf (larutan non elektrolit)
ΔTf = mx Kf x i (larutan elektrolit)
ΔTf = ΔTf pelarut - ΔTf larutan
i= 1+(n-1)a
VI Kesimpulan :
1 Makin besar molalitas larutan, makin tinggi penurunan titik beku larutan
2 Penurunan titik beku larutan (Tf) berbanding lurus dengan molalitas larutan
3 Titik beku pelarut murni lebih tinggi daripada titik beku larutan
4 Titik beku larutan elektrolit lebih rendah daripada larutan non elektrolit pada kemolalan yang sama
5 Semakin kecil konsentrasi larutan, jarak antarion semakin besar dan ion – ion semakin bebas
6 Untuk konsentrasi yang sama, larutan elektrolit mengandung jumlah partikel lebih banyak daripada larutan non elektrolit
7 Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif lebih besar daripada sifat koligatif non elektrolit
8 Semakin tinggi kemolalan maka semakin rendah titik bekunya
9 Semakin tinggi kemolalan maka semakin besar perbedaan penurunan titik beku


sumber:http://mediana-magdalena.blogspot.com/2008/01/tugas-kimia.html 

PENGARUH ZAT TERLARUT PADA TITIK BEKU